Friday, January 10, 2014

Sinopsis: Prime Minister and I – Episode 2 [Part 2]

Lanjutan part 1

Nara berucap jika itu saja belumlah cukup bagi Dajung bersanding dengan ayah mereka. Lagipula, Nara tidak cocok dengan selera berpakaian Dajung yang terkesan berantakan.

Joonki mendatangi kediaman keluarga Kwon Yul. Rupanya dia datang untuk mengasih kado dan ucapan selamat kepada Nara, karena ini adalah hari ulang tahun kemenakannya itu.

Di lain situasi Kwon Yul dan Inho, yang sedang menuju rumah, mengulas progres terakhir. Di luar dugaan ternyata respons publik untuk mendukung Kwon Yul justru meningkat. Bahkan, esai Dajung yang dipublikasikan Scandal News juga direspons dengan cukup baik. Kwon Yul kehilangan akal dan menghambur-hamburkan surat kabar untuk kemudian membuangnya.

Di kediaman Kwon Yul Joonki membuat pernyataan kepada para wartawan bahwa dia lebih suka mengucapkan selamat terhadap kehidupan percintaan Kwon Yul. Lantaran, sebentar lagi kemenakan-kemenakannya bakal memiliki ibu tiri.

Sinopsis: Prime Minister and I – Episode 2 [Part 2]

Tidak lama kemudian, Kwon Yul sampai di rumahnya. Dia segera melontarkan tanya dengan tujuan apa Joonki datang ke rumahnya. Joonki berkata bila kedatangannya adalah karena ini hari ulang tahun Nara. Joonki mendekatkan mulutnya ke telinga Kwon Yul, kemudian berbisik, “Aku masa bodoh dengan cerita cintamu yang sungguhan atau kebohongan. Namun, abai terhadap ulang tahun anak sendiri merupakan sesuatu yang salah.”

***

Dajung baru sadar jika wartawan-wartawan telah mengerumun di luar kantornya. Pada waktu-waktu seperti itu, ayah Dajung menelepon. Dia meminta penjelasan mengapa Dajung bisa-bisanya berpacaran sama duda tiga anak, yeah walaupun pacar Dajung adalah kandidat Perdana Menteri. Ayah Dajung lalu meminta putrinya itu untuk mengantarkan pria tidak tahu malu itu untuk menghadapnya.

Selain oleh ayahnya sendiri, Dajung juga ditanya-tanyai editornya yang kepo dengan jalinan kasih antara Dajung dengan Kwon Yul. Tentu saja, dengan aktingnya yang kurang meyakinkan Dajung mendustai mereka.

Heechul lalu bingung jika memang benar Dajung pacaran sama Kwon Yul mengapa Dajung sampai pernah dibawa ke kepolisian. Dajung berkelit jika itu lantaran dirinya mau putus dengan Kwon Yul.

Dajung kemudian mengarang bebas kisah romantisnya. Saat hujan turun membasahi bumi, Dajung dan Kwon Yul sadar jika mereka tak bisa hidup tanpa satu sama lain, karena itu mereka tak jadi putus. Mereka pun berciuman di dalam hujan.

Heechul terkecoh juga, sebab dia ingat saat Dajung keberatan untuk mengorek informasi dari anak-anak Kwon Yul.

Bos Dajung pun menyuruh Dajung membuktikan omongannya supaya Dajung menelepon Kwon Yul. Dajung kemudian menelepon Kwon Yul yang lagi rapat. Dengan suara yang dibuat semanja mungkin, Dajung memanggil Kwon Yul dengan sebutan darling. Kwon Yul langsung mengatakan bila Dajung dan menutup pembicaraan.

Sinopsis: Prime Minister and I – Episode 2 [Part 2]

Dajung menelepon lagi dan berkata, “Darling, ini aku, Dajung.”

Awalnya Kwon Yul bingung. Tapi, akhirnya dia ingat. Kemudian, mengatakan bahwa Dajung hilang akal sehatnya. Dajung kemudian memohon pada Kwon Yul untuk menjemputnya. Dajung menjelaskan bila rekan-rekan sekantornya mau berkenalan dengan Kwon Yul.

Kwon Yul menyuruh Dajung untuk menghentikan kelakuannya yang konyol itu. Dajung tidak bisa berbuat apa-apa dan berdalih pada rekan-rekannya jika pacarnya itu lagi sibuk-sibuknya, sehingga belum ada waktu untuk datang menjemputnya. Rekan-rekannya mempertanyakan keabsahan cerita Dajung.

***

Orang-orang Scandal News sedang siap-siap pulang kantor. Dajung masih saja meyakinkan teman-temannya jika dirinya tak membohongi mereka. Dajung beralasan Kwon Yul masih ngambek besar padanya lantaran nekat ikutan konferensi pers tersebut.

Teman-teman Dajung tak peduli apapun alasan Dajung. Mereka baru akan mempercayai omongan Dajung jika Dajung bisa mendatangkan Kwon Yul ke hadapan mereka.

Sinopsis: Prime Minister and I – Episode 2 [Part 2]
Sinopsis: Prime Minister and I – Episode 2 [Part 2]

Di luar dugaan, tiba-tiba Kwon Yul muncul. Mengejutkan semua orang yang ada di situ. Dajung senang dan segera menyamperi Kwon Yul dan bergaya mesra. Teman-teman Dajung sontak terbelalak. Mereka tak percaya apa yang dikatakan Dajung sungguhan.

Di dalam mobil, Dajung riang dengan kemunculan Kwon Yul yang tepat pada waktunya. Kwon Yul memperingatkan Dajung untuk hati-hati bicara sebab di kursi depan ada sopir. Dajung mengira Kwon Yul tidak mau datang. Kwon Yul memberi penjelasan jika dia tidak bisa meyakinkan orang tentang hubungannya dengan Dajung, pasti orang-orang dari Scandal News akan mengusut hal ini. Karena itu, Kwon Yul memilih datang.

Sopi menyetel lagu untuk mengasih ruang privat untuk Dajung dan Kwon Yul. Tidak lama kemudian, Dajung sadar jika teman-temannya membuntuti mobil yang ditumpanginya. Dajung menyuruh sopir untuk berjalan ke daerah yang dikenal Dajung supaya dirinya dapat meloloskan diri dengan sempurna. Sopir segera mencari jalan dan membanting setir ke kiri dan kanan. Sehingga menyebabkan Dajung dan Kwon Yul yang duduk di belakang saling menempel gara-gara gerakan mobil yang ajrut-ajrutan.

Kwon Yul malah menyuruh sopir membawa mereka ke sebuah hotel. Sepanjang jalan, Dajung cemas. Dan berseloroh bahwa tak menyangka semuanya bakal sejauh ini. Yeah, biar bagaimana juga, dia adalah wanita singel, karena itu merasa risih. Kwon Yul menegaskan bila tujuan mereka ke hotel hanyalah untuk bersandiwara supaya seolah-olah hubungan mereka terlihat riil.

Dajung sadar di ruangan hotel juga telah banyak orang.

***

Joonki mendapat informasi bila tim sukses Kwon Yul sedang berada di hotel. Joonki yang pintar menghubung-hubungkan informasi dengan intelijensinya bisa menebak jika tim sukses Kwon tengah mengarah sebuah cerita. Joonki kini punya sebuah rencana yang mungkin tidak bisa dibantah, yaitu dengan memberitakan Kwon Yul secara miring yang lupa ulang tahun anaknya gara-gara sibuk pacaran.

***

Di dalam hotel, Kwon Yul diwajibkan mengingat segala hal tentang Dajung secara detail. Baik itu golongan darah, usia, kesukaan, dan lain sebagainya.

Namun, begitu sampai pada bagaimana mereka bertemu, Kwon Yul kebingungan. Kwon Yul berdecak mengapa dia harus mengingat-ingat hal-hal tidak penting semacam ini. Sekretaris Heejoo menegaskan jika hal-hal umum semacam itu mungkin saja ditanyakan wartawan.

Saat Inho mau menuang kopi, Sekretaris Heejoo mendekati Inho dan minta maaf sebab telah memberinya tanda kasih berupa sebuah tamparan. Inho tak menduga jika Sekretaris Heejoo secepat itu minta maafnya.

Sekretaris Heejoo mengatakan jika keputusan serta sikap Inho begitu luar biasa efektif. Inho memberi penjelasan bila dirinya sudah begitu lama mengikuti sepak terjang Kwon Yul dari dulu. Bahkan, dia adalah anggota klub pendukung Kwon Yul dari 10 tahun silam.

Kwon Yul berpikir di luar. Dajung kemudian menyusulnya. Kwon Yul kemudian menanyakan apa yang terpikir oleh kedua orang tua Dajung tentang kasus ini, apa mereka kawatir atau bagaimana.

Dajung menjelaskan jika ayahnya telah menceritakan pada orang-orang bila putrinya akan dinikahi calon Perdana Menteri. Tapi, Dajung membuat Kwon Yul tenang jika orang-orang yang mengidap penyakit alzheimer seperti ayahnya bakal langsung melupakan apa yang sudah dibilangnya sendiri.

Kwon Yul mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah Dajung lakukan. Dia menerangkan bila gosip sudah mereda, Dajung tak usah membantunya lagi. Tapi, ngomong-ngomong, Kwon Yul jadi penasaran mengapa Dajung mau membantunya.

Dajung bilang jika Kwon Yul pernah berkata jika Dajung tak melakukan kesalahan dan hanya korban. Gara-gara hal itu, Kwon Yul sempat berpikir untuk mundur dari pencalonan. Dajung mengingatkan jika dirinya cuma rakyat jelata yang akan membantu Kwon Yul duduk di kursi Perdana Menteri, andai itu bisa membuat orang-orang (rakyat) Korea jadi lebih baik. Kwon Yul berjanji untuk tidak menyia-nyiakan hal ini dan akan menjadi pemimpin yang baik.

Kwon Yul juga meminta hal yang sama pada Dajung supaya menjadi wartawan yang baik kelak. Karena sudah larut, Kwon Yul menyuruh Dajung untuk pulang. Dajung mengingatkan Kwon Yul apa sudah tahu apa film kartun kesukaan Manse?

***

Sinopsis: Prime Minister and I – Episode 2 [Part 2]

Di pertemuan dengar pendapat, Kwon Yul ditanyai pertanyaan yang ditanyakan Dajung. Apa film kesukaan Manse. Kwon Yul mengatakan jika pertanyaan ini tidaklah berhubungan dengan aktivitasnya sebagai politikus. Tapi, anggota kongres menanyakan pertanyaan itu seperti pertanyaan yang pernah ditanyakan Dajung sebelumnya. Dajung diam saja. Anggota kongres menanyakan apakah Kwon Yul begitu sibuk sehingga tidak sempat mengurus anak, tapi begitu luangnya jika pacaran. Mereka menanyakan kepantasan Kwon Yul jika nanti duduk di kursi Perdana Menteri.

Kwon Yul bersuara dan memberi penjelasan tentang Manse yang bercita-cita membangun pabrik roti. Kwon Yul mengaku jika dia baru mendengar cita-cita Manse itu semalam. Dia sadar bila dirinya bukanlah seorang ayah yang paham secara detail tentang kesukaan anak-anaknya. Namun, Kwon Yul bertekad memberi perlindungan bagi wanita. Meski dia bukanlah sosok ayah yang baik, tapi Kwon Yul menjanjikan memberikan segalanya untuk negaranya. Sehingga, dia dapat menjadi ayah yang jauh lebih baik lagi.

Dajung yang melihat janji Kwon Yul itu di televisi, termasuk saat Kwon Yul akan melindungi wanita.

Bersambung ke part 3

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis: Prime Minister and I – Episode 2 [Part 2]

0 komentar:

Post a Comment