Jumlah orang yang berniat menonton film ini banyak banget. Entah itu disebabkan pas hari libur atau nama besar film Ayat-Ayat Cinta 1. Yang jelas saat itu penonton banyak banget. Rajasinopsis aja sampai harus menunggu dua jam karena kehabisan tiket jam tayang waktu antri, hiks hiks hiks. Tapi nggak apa-apa sih tetap terbayarkan dua jam kemudian.

Aisha Dianggap Mati, Fahri Coba Melanjutkan Hidupnya
Film dibuka dengan adegan cerita Aisha yang sedang menghubungi Fahri dalam situasi perang di Palestina. Sebuah bom menghantam lokasi dimana Aisha berdiri, dan menjadi penyebab putusnya komunikasi Aisha-Fahri. Itulah komunikasi terakhir mereka berdua.
Beberapa tahun berlalu. Aisha pun dianggap tiada. Life must go on. Meskipun masih diliputi kesedihan, Fahri mencoba tegar dalam menjalani kehidupan. Ia bahkan menerapkan kebaikan demi kebaikan kepada sesama dengan harapan pahala kebaikannya itu sampai pada Aisha.
Saat ini, Fahri tinggal di lingkungan plural di London-Inggris. Ia mengajar sebagai staf dosen pengganti di Universitas Edinburgh. Di tengah-tengah kehidupan pluralisme yang dijalani Fahri hadirlah sosok Hulya. Ia tampak kesengsem berat dengan karakter Fahri. Juga muncul sosok Sabrina, seorang imigran gelap, yang ditolong Fahri karena dikejar-kejar petugas imigrasi. Yang ternyata menyimpan rahasia besar.
Review Film Ayat-Ayat Cinta 2 (2017)
Menonton film Ayat-Ayat Cinta 2 ini memberikan pengalaman menonton yang baik pada rajasinopsis. Ternyata ada lho film Indonesia yang bagus dan layak ditonton.
Ditilik dari segi plot, film ini memenuhi standar film yang bagus. Adegan pembuka yang membuat penonton bertanya-tanya, alur yang misterius, dan penutup yang manis.
Meskipun, kami menilai ada beberapa adegan yang terkesan dipaksakan. Misalnya debat ilmiah antara Fahri-temannya Baruch. Menurut rajasinopsis hal itu terlalu memaksa. Malah terkesan debat kusir, karena pada akhirnya Nenek Katrina perlu menjelaskan kepada semua orang (termasuk penonton) kalau Fahri itu manusia berhati mulia.
Disamping itu ada pengulangan skenario dari film Ayat-Ayat Cinta 1, dimana Fahri memiliki dua istri dan salah satu karakter istrinya harus meninggal (lagi?). Oh Hulya cantik yang malang.
Disini, kami melihat karakter menarik, yakni Hulusi dan Misbah. Yang adegan-adegannya menceriakan suasana. Mereka berhasil membuat rajasinopsis, dan penonton lainnya, terkekeh. Overall, film terbaru Habibiburahman El Shirazy bisa dikategorikan sebagai film Indonesia yang bagus. Layak ditonton.
0 komentar:
Post a Comment